Senin, 21 Maret 2011

Tugas part 1

1. Jelaskan yang dimaksud kesamaan Nilai Perjuangan yang dapat menumbuhkan jiwa Patriotik.
2. Jelaskan Unsur Deklaratif dari terbentuknya sebuag negara!

Jawab:

1. Terbentuknya suatu Negara, pasti tidak lepas dari perjuangan-perjuangan rakyat didalamnya. Dengan berjuang mempertaruhkan segenap jiwa dan raga akan lebih membuat rakyat di suatu Negara lebih mencintai Negara tersebut, karena mereka merasakan betapa sulitnya untuk memperoleh sebuah kemerdekaan. Dan karena sama-sama ikut berjuang dalam memperoleh kemerdekaan akan membuat setiap rakyat memiliki jiwa patriotik yang sangat tinggi terhadap negaranya.
2. Sesuai dari penjelasan sebelum, dapat kita ketahui pengertian unsur deklaratif dari dari terbentuknya suatu Negara adalah sebagai berikut: Negara mempunyai tujuan, undang–undang dasar, pengakuan dari negara lain baik secara de jure dan de facto dan ikut dalam perhimpunan bangsa–bangsa,misalnya PBB.
Maksudnya, sebelum terciptanya sebuah Negara, Negara tersebut harus memikirkan asas yang menjadi dasar dari Negara tersebut, dan harus memiliki sebuah undang-undang agar suatu Negara dapat memiliki aturan yang jelas. Dan, harus mendapat pengakuan kemerdekaan dari Negara lain, karena untuk membangun sebuah Negara yang maju memerlukan Negara lain didalamnya, kurang lebih untuk melakukan kerjasama.

Tugas part 2

1. Jelaskan Pelaksanaan Demokrasi di Negara Indonesia saat ini !
2. Bagaimana Bangsa Indonesia mengelola SDA berdasarkan pemikiran aspek kewilayahan ?

JAWAB

1. Demokrasi adalah sebuah bentuk kekuasaan (kratein) dari, oleh, dan
untuk rakyat(demos). Sesuai dengan pegertian tersebut, seharusnya demokrasi terbentuk oleh rakyat dalam suatu Negara. Tetapi, kenyataannya di Indonesia sendiri belum tercipta sebuah demokrasi yang baik, karena masih banyaknya ketidak adilan yang diterima oleh rakyat, dan tidak transparannya sebuah pemarintahan, walaupun seorang pemimpin negara (presiden) telah dipilih langsung oleh rakyat dalam pemilu yang dilaksanakan setiap 5 tahun sekali.Dengan demikian, negara kita ini harus lebih menekankan dan menerapkan prinsip-prinsip demokrasi, agar terciptanya sebuah kemakmuran dan keselarasan dalam setiap lapisan masyarakat.
2. Dalam kehidupan bernegara, geografi merupakan suatu fenomena
yang mutlak diperhatikan dan diperhitungkan baik fungsi maupun
pengaruhnya terhadap sikap dan tata laku negara tersebut. Dalam hal pengelolaan SDA, Indonesia memang belum maksimal melakukannya, seharusnya pemerintah harus lebih cerdik lagi untuk mengelolanya, dan harus lebih hemat lagi dalam penggunannya, terutama untuk SDA yang yang tidak bisa diperbaharui.

Selasa, 15 Maret 2011

Kewarganegaraan Part.6


Tugas :

1. Bagaimana pendapat anda mengenai peranan mahasiswa sebagai
agent of change dalam reformasi saat ini?
2. Menurut anda apa yang seharusnya dilakukan sebuah Perguruan
Tinggi dalam mendorong percepatan reformasi di bidang teknologi ?

Jawab :


  1. Di era modernisasi seperti ini, setiap masyarakat memiliki keingintahuan mengenai apa yang sedang terajdi di nagaranya, terutama menyangkut pemerintahan. Begitu juga dengan mahasiswa, apa lagi dengan didukungnya teknologi yang sangat maju pasti akan lebih mudah untuk memperoleh informasi secara cepat dan akurat. Mahasiswa yang memiliki pendidikan yang cukup tinggi, dan berpengetahuan luas secara tidak langsung ingin ikut campur di dalam sebuah pemerintahan, terutama pemerintahan yang yang sedang tidak menentu. Karenanya, mahasiswa yang memang masih rata-rata memiliki pikiran yang labil, lebih cepat mengambil tindakan tanpa memikirkan dampak yang akn terjadi setelahnya, termasuk membahayakan jiwa mereka sendiri. Seperti yang terjadi pada Negara kita ini, mahasiswa lah yang memiliki peran besar dalm terciptanya reformasi yang terjadi pada 1998.
  2. Seharusnya sebuah perguruan tinggi harus lebih menerapkan teknologi dalam kegiatan belajar-mengajarnya, agar setiap mahasiswanya terbiasa dalam menggunakan teknologi tersebut, dan agar mahasiswa juga lebih cepat dalam mendapatkan informasi, terutama menyangkut masalah perkuliahan.

Kewarganegaraan Part.5

Soal :

1. Apa yang anda usulkan kepada pemerintah demi tegaknya
supremasi hukum di Indonesia ?
2. Bagaimana paradigma Pancasila dalam menghadapi beberapa
kasus yang berkaitan dengan kehidupan agama di Indonesia ?

JAWAB:
1.Pemerintah seharusnya harus lebih tegas kepada para pelanggar-pelanggar hukum, agar mereka jera dan tidak melakukannya lagi di kemudian hari. Demi terciptanya sebuah Negara yang taat pada hukum, pemerintah juga harus memperhatikan undang-undang yang telah dibuat, dan harus disesuaikan dengan perkembangan zaman pada saat ini. Dan satu hal lagi, pemberantasan mafia hukum harus dilakukan secara tuntas dan tegas.

2.Secara umum masyarakat Indonesia belum terlalu memahami tentang paradigm pancasila, sehingga masyarakat pun tidak mengetahui nilai-nilai yang terkandung di dalamnya, itulah yang menyebabkan adanya ketidakserasian antar umat beragama di Indonesia, sehingga terjadilah berbagai macam kasus-kasus yang sering terjadi belum lama ini. Oleh karena itu, pemerintah seharusnya harus lebih menanamkan nilai-nilai tersebut dalam setiap individu masyarakat Indonesia

Senin, 28 Februari 2011

1. Jelaskan yang dimaksud kesamaan nilai perjuangan yang dapat menumbuhkan jiwa patriotik.

Jawab :

Kesamaan nilai perjuangan yang dapat menumbuhkan jiwa patriotic adalah suatu nilai,sikap dari diri seseorang dalam memperjuangkan dan membela bangsa dan negaranya sampai titik darah penghabisan sekalipun. Rasa cinta tanah air telah membuat diri seseorang rela mengorbankan segalanya demi bangsa dan negaranya,dan dengan adanya rasa tersebut maka tumbuhlah jiwa patriotic dalam diri seseorang.

2. Jelaskan Unsur Deklaratif dari terbentuknya sebuah negara!
Jawab :
Unsur Deklaratif dari terbentuknya sebuah Negara adalah suatu negara dapat dikatakan sebagai suatu negara apabila memenuhi unsur-unsur pokok yang harus ada didalam negara adalah adanya rakyat, daerah, dan pemerintah yang berdaulat.
Disamping itu juga terdapat unsur tambahan atau deklaratif yaitu berupa pengakuan dari negara lain. Sebenarnya pengakuan negara lain bukanlah syarat mutlak melainkan hanya bersifat menerangkan bahwa adanya negara baru.
Terdapat 2 (dua) teori yang menjelaskan teori pengakuan :

a. Teori Deklaratif (Declaratory theory)
Teori ini menjelaskan bahwa apabila unsure-unsur negara telah dimiliki oleh suatu masyarakat politik, maka dengan sendirinya telah merupakan sebuah negara dan harus diperlakukan sama seperti negara–negara yang lebih dulu ada oleh negara–negara lain. Sehingga pengakuan hanyalah bersifat pencatatan belaka pada pihak negara lain bahwa negara baru itu telah mengambil tempat disamping negara lain yang telah lebih dulu ada.

b. Teori Konstitutif (Constitutive theory)
Teori ini menjelaskan walaupun suatu masyarakat politik telah memiliki semua unsur– unsur kenegaraan, akan tetapi tidaklah secara otomatis dapat diterima sebagai negara ditengah–tengah pergaulan masyarakat internasional. Sehingga suatu negara baru dapat diterima ditengah–tengah pergaulan internasional harus mendapat pengakuan dari negara lain terlebih dahulu atau dengan kata lain suatu negara baru dianggap ada setelah mendapat pengakuan dari negara–negara lain.

Bentuk Pengakuan dibagi atas 2 (dua) macam :

a. Pengakuan de facto

Suatu pengakuan terhadap negara baru yang didasarkan pada suatu fakta atau kenyataan bahwa negara itu telah mempunyai unsur–unsur pokok berdirinya negara. Pengakuan ini bersifat sementara.

b. Pengakuan de jure

Suatu pengakuan terhadap negara baru secara resmi menurut hukum. Pengakuan ini biasanya diberikan apabila negara yang mengakui sudah merasa yakin bahwa negara yang diakui benar–benar talah mampu mempertahankan kedaulatanya, sehingga negara baru itu dianggap telah mampu dan sanggup untuk memenuhi kewajiban– kewajiban internasioanl. Pengakauan de jure bersifat tetap, dan pengakuan ini dapat menimbulkan akibat antara negara yang mengakui dan yang diakui dapat mengadakan hubungan secara luas di segala bidang.

Sabtu, 27 November 2010

Konsep data mencakup hirarki data,penyimpanan & pengaksesan data,pemrosesan data,peranan database dan DBMS

KONSEP DATA MENCAKUP HIRARKI DATA,
PENYIMPANAN & PENGAKSESAN DATA,PEMROSESAN DATA,PERANAN DATABASE & DBMS

1. PENDAHULUAN
Pembahasan kali ini akan membahas konsep suatu data beserta hal-hal yang terkait didalamnya.

2. TINJAUAN PUSTAKA
3. PEMBAHASAN
Suatu hirarki data dapat berbentuk tree,tree merupakan salah satu struktrur data yang paling penting,karena banyak aplikasi informasi dan data yang secara alami memiliki struktur hirarkis berguna dalam membantu memecahkan banyak masalah algoritmis.
Aplikasi pohon biner sebagai representasi ekspresi matematika dan aplikasi pohon biner dalam Huffman coding.
Cara penggambaran tree :
• Notasi kurung
• Diagram venn
• Notasi tingkat
• Notasi garis
Penyimpanan dan pengaksesan data,media penyimpanan file/berkas adalah peralatan fisik yang menyimpan representasi data.
Media Penyimpanan/storage atau memori dapat dibedakan atas 2 bagian yaitu :
1. Primary Memory : Primary Storage atau Internal Storage
2. Secondary Memory : Secondary Storage atau External Storage

PRIMARY MEMORY / MAIN MEMORY
1. Ada 4 bagian didalam primary storage, yaitu :
 Input Storage Area : Untuk menampung data yang dibaca
 Program Storage Area : Penyimpanan instruksi-instruksi untuk pengolahan
 Working Storage Area : Tempat dimana pemrosesan data dilakukan
 Output Storage Area : Penyimpanan informasi yang telah diolah untuk sementara waktu sebelum disalurkan kea lat-alat output


2. Primary storage dapat juga terbagi berdasarkan pada hilang atau tidaknya data / program di dalam penyimpanan yaitu :
• Volatile Storage
Berkas data atau program akan hilang jika listrik padam
• Non Volatile Storage
Berkas data atau program tidak akan hilang sekalipun listrik dipadamkan

3. Berdasarkan Pengaksesan nya primary memory terbagi menjadi dua yaitu
• RAM (RANDOM ACCESS MEMORY)
Bagian dari main memory, yang dapat kita isi dengan data atau program dari diskette atau sumber lain. Dimana data-data dapat ditulis maupun dibaca pada lokasi dimana saja didalam memori. RAM bersifat VOLATILE




• ROM (READ ONLY MEMORY)
Memori yang hanya dapat dibaca. Pengisian ROM dengan program maupun data, dikerjakan oleh pabrik. ROM biasanya sudah ditulisi program maupun data dari pabrik dengan tujuan-tujuan khusus. Misal : Diisi penterjemah (interpreter) dalam bahasa basic.
Jadi ROM tidak termasuk sebagai memori yang dapat kita pergunakan untuk program-program yang kita buat. ROM bersifat NON VOLATILE


Tipe Lain dari ROM Chip yaitu :
- PROM ( Programable Read Only Memory )
merupakan sebuah chip memory yang hanya dapat diisi data satu kali saja. Sekali saja program dimasukkan ke dalam sebuah PROM, maka program tersebut akan berada pada PROM seterusnya. Berbeda halnya dengan RAM, pada PROM data akan tetap ada walaupun komputer dimatikan.
Perbedaan mendasar antara PROM dan ROM (Read Only Memory) adalah bahwa PROM diproduksi sebagai memory kosong, sedangkan ROM telah diprogram pada waktu diproduksi. Untuk menuliskan data pada chip PROM, dibutuhkan ‘PROM Programmer‘ atau ‘PROM Burner’

- EPROM ( Erasable Programable Read Only Memory )
Jenis khusus PROM yang dapat dihapus dengan bantuan sinar ultra violet. Setelah dihapus, EPROM dapat diprogram lagi. EEPROM hampir sama dengan EPROM, hanya saja untuk menghapus datanya memerlukan arus listrik.

- EEPROM ( Electrically Erasable Programable Read Only Memory )
EEPROM adalah tipe khusus dari PROM (Programmable Read-Only Memory ) yang bisa dihapus dengan memakai perintah elektris. Seperti juga tipe PROM lainnya, EEPROM dapat menyimpan isi datanya, bahkan saat listrik sudah dimatikan.
EEPROM sangat mirip dengan flash memory yang disebut juga flash EEPROM. Perbedaan mendasar antara flash memory dan EEPROM adalah penulisan dan penghapusan EEPROM dilakukan dilakukan pada data sebesar satu byte, sedangkan pada flash memory penghapusan dan penulisan data ini dilakukan pada data sebesar satu block. Oleh karena itu flash memory lebih cepat.
Dengan ROM biasa, penggantian BIOS hanya dapat dilakukan dengan mengganti chip. Sedangkan pada EEPROM program akan memberikan instruksi kepada pengendali chip supaya memberikan perintah elektronis untuk kemudian mendownload kode BIOS baru untuk diidikan kepada chip. Hal ini berarti perusahaan dapat dengan mudah mendistribusikan BIOS baru atau update, misalnya dengan menggunakan disket. Hal ini disebut juga flash BIOS.(dna)
SECONDARY MEMORY
Memori dari pada CPU sangat terbatas sekali dan hanya dapat menyimpan informasi untuk sementara waktu. Oleh sebab itu alat penyimpan data yang permanen sangat diperlukan. Informasi yang disimpan pada alat-alat tersebut dapat diambil dan ditransfer pada CPU pada saat diperlukan. Alat tersebut dinamakan secondary memory / auxiliary memory atau backing storage.
Jenis Secondary Storage
• Serial / Sequential Access Storage Device (SASD)
Contoh : Magnetic Tape, Punched Card, Punched Paper Tape
• Direct Access Storage Device (DASD)
Contoh : Magnetic Disk, Floppy Disk, Mass Storage
Pada memori tambahan pengaksesan data dilakukan secara tidak langsung yaitu dengan menggunakan instruksi-instruksi seperti GET, PUT, READ atau WRITE.
Beberapa pertimbangan didalam memilih alat penyimpanan :
 Cara penyusunan data
 Kapasitas penyimpanan
 Waktu Akses
 Kecepatan transfer data
 Harga
 Persyaratan pemeliharaan
 Standarisasi

• Serial / Sequential Access Storage Device (SASD)
Magnetic Tape
Magnetic Tape (Pita Magnetik) merupakan model pertama dari External Storage (Secondary Storage). Pita ini juga dipakai untuk alat input/output dimana informasi dimasukkan ke CPU dari Media ini dan informasi dapat diambil dari CPU lalu disimpan pada media ini juga.
Panjang pita ini pada umumnya 2400 feet, lebarnya 0.5 inch dan tebalnya 2 mm. Jumlah data yang ditampung tergantung pada model pita magnetik yang digunakan. Untuk pita yang panjangnya 2400 feet, dapat menampung kira-kira 23.000.000 karakter. Penyimpanan data pada pita ini adalah dengan cara sequential.
Sekarang pita magnetik berbentuk cartridge. Data ditulis pada pita magnetik dengan memberikan sifat magnetis pada daerah sepanjang pita.

 Representasi Data dan Density pada pita magnetik
Data direkam secara digit pada media ini sebagai titik-titik magnetisasi pada lapisan ferroksida. Magnetisasi positif menyatakan 1 bit, sedangkan magnetisasi negatif menyatakan 0 bit atau sebaliknya.
Tape terdiri atas 9 track, 8 track dipakai untuk merekam data dan track yang ke 9 untuk koreksi kesalahan.
Salah satu karakteristik yang penting dari pita magnetic ini adalah density (kepadatan) dimana data disimpan. Density adalah fungsi dari media tape dan drive yang digunakan untuk merekam data ke media tadi. Satuan yang digunakan density adalah bytes per inch (bpi). Umumnya density dari tape adalah 1600 bpi dan 6250 bpi. (bpi ekivalen dengan charakter per inch)

 Parity dan Error Control pada Magnetic Tape
Salah satu teknik untuk memeriksa kesalahan pada pita magnetik adalah dengan parity check.
Jenis Parity Check adalah

 ODD PARITY (Parity Ganjil)
Jika data direkam dengan menggunakan odd parity, maka jumlah 1 bit yang merepresentasikan suatu karakter adalah ganjil.
Jika jumlah 1 bitnya sudah ganjil, maka parity bit yang terletak pada track ke 9 adalah 0 bit, akan tetapi jika jumlah 1 bitnya masih genap maka parity bitnya adalah 1 bit.

 EVEN PARITY ( Parity Genap)
Bila kita merekam data dengan menggunakan even parity, maka jumlah 1 bit yang merepresentasikan suatu karakter adalah genap jika jumlah 1 bitnya sudah genap, maka parity bit yang terletak pada track ke 9 adalah 0 bit, akan tetapi jika jumlah 1 bitnya masih ganjil maka parity bitnya adalah 1 bit.

 Sistem Block pada Pita magnetik
Data yang dibaca dari atau ditulis ke media ini dalam suatu grup karakter disebut block. Suatu block adalah jumlah terkecil dari data yang dapat ditransfer antara secondary memory dan primary memory pada saat akses. Sebuah block dapat terdiri dari satu atau lebih record. Sebuah block dapat merupakan physical record.
Diantara 2 block terdapat ruang yang disebut sebagai gap (inter block gap).
Panjang masing-masing gap adalah 0.6 inch. ukuran block dapat mempengaruhi jumlah data/record yang dapat disimpan dalam tape.

 Menghitung Kapasitas Penyimpanan & waktu akses pada Tape

Keuntungan Penggunaan Magnetic Tape
• Panjang record tidak terbatas
• Density data tinggi
• Volume penyimpanan datanya besar dan harganya murah
• Kecepatan transfer data tinggi
• Sangat efisiensi bila semua atau kebanyakan record dari sebuah tape file memerlukan pemrosesan seluruhnya

Keterbatasan penggunaan Magnetic Tape
• Akses langsung terhadap record lambat
• Masalah lingkungan
• Memerlukan penafsiran terhadap mesin
• Proses harus sequential

Organisasi Berkas dan Metode Akses pada Magnetic Tape
Untuk membaca atau menulis pada suatu magnetic tape adalah secara sequential. Artinya untuk mendapatkan tempat suatu data maka data yang didepannya harus dilalui terlebih dahulu.
Maka dapat dikatakan organisasi data pada file didalam tape dibentuk secara sequential dan metode aksesnya juga secara sequential

Macam - macam Magnetik tape, misalnya:
- Mini cartridge : dapat menampung data sebesar 250 MB sampai 8 GB).
- Videotape/Videocassette (Pita Video/Kaset Video) : merupakan alat penyimpanan komputer yang banyak ditemui dipasaraan.Videotape terdiri dari berbagai macam format, baik dalam format analog maupun digital. Format analog misalnya VHS, S-VHS ataupun format berkualitas broadcast, yaitu : Betacam, Format digital dapat dalam MiniDV, DVC-Pro,DVCAM, HDCAM, Hi8, DVHS, atau format digital untuk kualitas broadcast Betacam Digital.
Pemrosesan data adalah jenis pemrosesan yang dapat mengubah data menjadi informasi atau pengetahuan. Pemrosesan data ini sering menggunakan komputer sehingga bisa berjalan secara otomatis. Setelah diolah, data ini biasanya mempunyai nilai yang informatif jika dinyatakan dan dikemas secara terorganisir dan rapi, maka istilah pemrosesan data sering dikatakan sebagai sistem informasi. Kedua istilah ini mempunyai arti yang hampir sama, pemrosesan data mengolah dan memanipulasi data mentah menjadi informasi (hasil pengolahan), sedangkan sistem informasi memakai data sebagai bahan masukan dan menghasilkan informasi sebagai produk keluaran.
Alat proses ~ satu rangkaian kerjasama antar beberapa komponen .
Alat – alat yang ada di dalam alat proses / cpu, antara lain,
1. Main Board, alat ini berfungsi untuk menampung dan mengelola alat alat yang terhubung dalam rangkaian alat proses seperti prosesor, memory (ram), harddrive, dll. Merk dari Main Board / Mother Board ini sangat banyak, antara lain intel, asus, gigabyte, pcchip, nexx, hp, dan lain lain.
2. Prosesor, alat ini merupakan inti dari alat proses itu sendiri, yang alat yang digunakan untuk memproses data dari alat input, mengolah data, mengkodekan data, dan lain lain. Semakin tinggi tingkatan/kekuatan prosesor, maka komputer akan berjalan semakin cepat juga, karena dengan tingginya kemampuan prosesor, kecepatan dalam mengolah data juga bertambah cepat. Ada 2 perusahaan populer yang memproduksi prosesor antara lain intel dan amd.
3. RAM (Random Access Memory), alat ini digunakan untuk membantu prosesor dalam melakukan pekerjaan pengolahan data, selain itu, RAM juga bisa digunakan sebagai alat penyimpanan data yang bersifat sementara (tidak permanen).
4. Hard Disk Drive, alat ini digunakan untuk menyimpan data secara permanen, tidak terlalu berpengaruh besaran kapasitas yang digunakan, tergantung kebutuhan saja.
5. VGA ( Virtual Graphic Adapter ), yaitu alat yang digunakan untuk melakukan konversi data, agar dapat dilihat pada layar monitor. Semakin tinggi kemampuan VGA, maka gambar yang dihasilkan akan semakin bagus. Merk – merk vga yang banyak beredar antara lain NVIDIA dan ATI.
6. Power Supply, alat ini digunakan untuk memberikan dan mengatur arus listrik yang akan digunakan pada rangkaian alat – alat proses.
7. Sound Card, alat ini digunakan untuk mengonversi data suara.
8. Selain alat – alat diatas, di dalam alat proses juga terdapat alat alat IO (Input/Output) seperti COM1, USB, dll.
DATABASE
Era permulaan database ditandai dengan pengulangan data,ketergantungan data dan kepemilikan data yang tersebar.
Konsep database yaitu integrasi logis dari catatan-catatan file,tujuannya adalah meminimumkan pengulangan dan mencapai independensi data.Idependensi data dicapai dengan menempatkan spesifikasi dalam tabel dan kamus yang terpisah secara fisik dari program.
Keuntungan DBMS adalah
• Mengurangi pengulangan data
• Mencapai independensi data
• Mengintegrasikan data dari beberapa file
• Mengambil data dan informasi secara cepat
• Meningkatkan keamanan


Kerugian DBMS adalah
• Memperoleh perangkat lunak yang mahal
• Memperoleh konfigurasi perangkat keras yang besar
• Memperkerjakan dan mempertahankan staf DBA
Peranan Database yaitu menentukan kebutuhan data dengan mengikuti pendekatan berorientasi masalah atau pendekatan model perusahaan.
Peranan DBMS yaitu
• Data yang berulang dalam bentuk multifile duplikat maupun data duplikat dalam satu file
• Data dari program menyatu
• Kebutuhan untuk mengintegrasikan data dari file-file
• Kebutuhan untuk memperoleh data secara cepat
• Kebutuhan membuat data dengan aman.

4. PENUTUP
Kesimpulan yang dapat ditarik adalah suatu data dapat diperoleh dengan cepat apabila adanya suatu database,lalu data dapat disimpan dalam memory yang ada.
Saran lebih baik menyimpan data dalam bentuk database karena keuntungan menggunakan database sangatlah banyak.
5. REFERENSI
• bwahyudi.staff.gunadarma.ac.id
• bertalya.staff.gunadarma.ac.id/.../Klasifikasi-Pohon+Keputusan.pdf
• wsilfi.staff.gunadarma.ac.id/Downloads/files/4345/KDM-SK.pdf
• wartawarga.gunadarma.ac.id/tag/hirarki-data/
• www.elvinmiradi.com/topik/pengertian+manajemen+hierarki.html
• www.docstoc.com/.../PENYIMPANAN-DATA-GAMBAR-PADA-BASIS-DATA-INTERBASE-DENGAN-BAHASA
• yuditha.staff.gunadarma.ac.id/.../bab2+Media+Penyimpanan+Berkas
• www.scribd.com/doc/6518530/Pengertian-Pengarsipan
• aqwam.staff.jak-stik.ac.id/files/5.-berkas-dan-akses%5B3%5D.doc
• www.softcov.com/.../experience-office-xp-online-data-access.html

Manajemen Sumber Informasi dalam Organisasi Berbasis Komputer

MANAJEMEN SUMBER INFORMASI
(INFORMATION RESOURCE MANAGEMENT)
dalam ORGANISASI BERBASIS KOMPUTER

1. PENDAHULUAN
Dalam pembahasan kali ini akan dibahas mengenai para pelaku dan pemakai dari kelompok manajer dan mengenai sebuah organisasi berbasis komputer.


2. TINJAUAN PUSTAKA
Sebuah sistem adalah sekelompok dua atau lebih komponen-komponen yang saling berkaitan (interrelated) atau subsistem-subsistem yang bersatu untuk mencapai tujuan yang sama (commom purpose) (James A. Hall, 2001: 5).
Mulyadi (1999) didefinisikan sebagai kelompok unsur yang erat berhubungan satu sama lainnya, yang berfungsi bersama-sama untuk mencapai tujuan tertentu.
Walkinson (1999) menguraikan sistem dengan sebuah kerangka (framework) yang terintegrasi satu atau beberapa tujuan. Sistem akan mengkoordinasikan sumber daya yang diperlukan untuk mengolah memasukkan menjadi keluaran atau hasil.
Informasi adalah data yang diproses lebih jauh sehingga mempunyai arti bagi si penerima dan mempunyai “nilai pengaruh” atas tindakan-tindakan, keputusan-keputusan sekarang atau masa yang akan datang (Davis dan Olson,1985).
George H. Bodnar (1980): informasi adalah data yang berguna.

3. PEMBAHASAN
Dari tinjauan pustaka diatas dapat diatas dapat ditarik kesimpulan bahwa informasi adalah :
1. Data yang diolah
2. Menjadi bentuk yang lebih berguna dan lebih berarti bagi yang menerimanya
3. Menggambarkan suatu kejadian-kejadian (event) dan kesatuan nyata (fact dan entity)
Kualitas informasi meliputi unsur:
a. Relevan: informasi yang relevan berkaitan dengan sejauh mana informasi dapat membuat perbedaan untuk alternatif pengambilan keputusan.
b. Akurat: keakuratan informasi berkaitan dengan ketepatan dan keandalan informasi tersebut, sehingga informasi yang akurat berarti bebas dari kesalahan dan tidak menyesatkan pemakai informasi.
c. Tepat waktu: ketepatan waktu sebuah informasi berhubungan dengan kapan informasi tersebut tersedia.
d. Ringkas: keringkasan sebuah informasi berarti informasi tersebut sudah digolongkan dan disajikan dalam format yang tidak terlalu detail.
e. Kejelasan: informasi yang jelas menunjukkan tingkat kemampuan informasi untuk dapat dimengerti oleh pemakainya.
f. Dapat diukur (quantify ability): berhubungan dengan konsep pengukuran informasi–informasi yang dapat diukur akan menambah nilai informasi tersebut.
g. Konsisten: konsistensi sebuah informasi berhubungan dengan kemampuan informasi untuk dibandingkan dengan informasi sejenis dengan waktu yang berbeda.
PERANAN MANAJER DALAM PENGELOLAAN MANAJEMEN INFORMASI
Pada awalnya, pemakai output komputer pada perusahaan adalah pegawai administrasi di bagian akuntansi, yang komputernya melaksanakan aplikasi seperti pembayaran gaji pegawai, pengelolaan persedian (inventory control), dan penagihan. Sebagian informasi juga disediakan bagi para manajer, tetapi hanya sebagai output tambahan dari aplikasi akuntansi.
Gagasan untuk menggunakan komputer sebagai sistem informasi manajemen (SIM) merupakan suatu terobaosan besar, karena menyadari bahwa para manajer memerlukan informasi untuk pemecahan masalah. Ketika perusahaan-perusahaan menjangkau konsep SIM, mereka mulai mengembangkan berbagai aplikasi yang secara khusus diarahkan untuk mendukung manajen. Namun, bukan hanya manajemen yang memperoleh manfaat dari penerapan SIM. Nonmanajer dan staf ahli juga menggunakan outputnya. Selain itu juga dimanfaatkan oleh para pemakai yang berada di luar perusahaan, yaitu para pelanggan akan menerima faktur dan laporan transaksinya, para pemegang saham akan menerima cek deviden, dan pemerintah akan menerima laporan pajak. Dengan demikian secara ringkas para pengguna dan pelaku sistem informasi meliputi :
• Manajer
• Non-manajer
• Orang dan unit organisasi yang ada dalam organisasi dan lingkungannya.

Dalam pembahasan pada materi SIM, yang akan dibahas lebih lanjut adalah para pelaku dan pemakai dari kelompok manajer. Keberadaan manajer bisa kita saksikan ada di mana-mana diberbagai tingkat dan dalam berbagai bidang fungsional pada perusahaan.
Manajer Dijumpai pada Semua Jenjang, sesuai dengan tingkatan manajemen, yaitu :
• Tingkat Perencanaan Strategis (Strategic planning level)
Merupakan manajer pucak organisasi. Mereka mempunyai pengaruh atas keputusan-keputusan yang diambil pada seluruh organisasi selama beberapa tahun mendatang. Istilah lain yang digunakan yakni eksekutif.
• Tingkat Pengendalian Manajemen (Management control level)
Merupakan manajer tingkat menengah, yang memiliki tanggung jawab untuk merubah rencana menjadi tindakan dan memastikan agar tujuannya tercapai.
• Tingkat Pengendalian Operasional (Operational conrol level)
Merupakan manajer tingkat bawah, yang bertangung jawab menyelesaikan rencana-rencana yang telah ditetapkan oleh para manajer ditingkat yang lebih tinggi.
Tingkat manajemen dapat mempengaruhi sumber informasi dan bentuk penyajian informasi. Komponen sumber informasi dikategorikan dalam dua kelompok besar yaitu dari lingkungan dan internal. Sedangkan bentuk penyajian informasi juga dibagi atas dua kelompok besar yakni penyajian secara ringkas dan rinci.
Selain keberadaan manajer itu ada di berbagi tingkatan organisasi atau perusahaan. Manajer juga dijumpai dalam Bidang Fungsional perusahaan, tempat berbagai sumberdaya dipisahkan menurut jenis pekerjaan yang dilakukan. Pembagian bidang fungsional pada umunya yaitu seperti :
• Bidang fungsional keuangan (Finance)
• Bidang fungsional jasa informasi (Information services)
• Bidang fungsional pemasaran (Marketing)
• Bidang fungsional sumberdaya manusia (Human resources)
• Bidang fungsional manufaktur (Manufacturing)
Pengelompokkan manajer berdasarkan tingkatan dan bidang fungsionalnya bervariasi, sesuai dengan visi dan misi perusahaannya.
Selanjutnya, dengan Tugas Manajer secara umum (Henry Fayol, 1914) :
1. Perencanaan (Planning)
2. Penataan atau pengorganisasian (Organizing)
3. Penyusunan Staf (Staffing)
4. Pengarahan (Directing)
5. Pengawasan (Controlling)

Tapi uraian dari tugas manajer yang dinyatakan oleh Henri Fayol dianggap masih belum menggambarkan tugas manajer secara menyeluruh. Untuk itulah dikembangkan kerangka kerja yang lebih rinci dan dikenal dengan istilah Peranan Manajer (Henry Mintzberg : Managerial roles) :
• Interpersonal roles (aktivitas antar pribadi) :
 Figurehead (kepala), melaksanakan tugas-tugas seremonial;
 Leader (pemimpin), memelihara unit dengan mempekerjakan dan melatih staf serta memberikan dorongan dan motivasi;
 Liaison (penghubung), menjalin hubungan dengan orang-orang di luar unit, rekan kerja di unitnya dengan tujuan menyelesaikan masalah-masalah yang ada.
• Informational roles (aktivitas informasi) :
 Monitor (pemantau), secara tetap mencari informasi kinerja unit;
 Disseminator (pewarta), meneruskan informasi yang berharga kepada orang lain di dalam unitnya;
 Spokesperson (juru bicara), meneruskan informasi yang berharga kepada orang-orang di luar unit – pimpinan dan orang disekitarnya.
• Decisional roles (aktvitas keputusan) :
 Entrepreneur (wirausahawan), membuat perbaikan-perbaikan yang cukup permanen pada unit, misal : mengubah struktur organisasi;
 Disturbance handler (pemberes gangguan), mampu bereaksi pada kejadian-kejadian tidak terduga;
 Resource Allocator (pembagi sumberdaya), mampu mengendalikan pengeluaran unitnya, menentukan alokasi sumberdaya bagi unit bawahannya;
 Negotiator (perunding), mampu menengahi perselisihan baik di dalam unitnya maupun antar unit dan lingkungannya.

Seorang manajer yang berhasil harus banyak memiliki keahlian. Dari sekian banyak keahlian tersebut, terdapat dua keahlian yang mendasar, yaitu :
1. Keahlian Komunikasi (communication skill); manajajer senantiasa berkomunikasi dengan bawahannya, atasannya, orang-orang lain di unit lain dalam perusahaan, dan orang-orang lain di luar perusahaan. Media yang digunakan bisa berupa media tertulis atau lisan. Tiap manajer memiliki pilihannya tersendiri dan menyusun suatu paduan media komunikasi yang sesuai dengan gaya manajemennya.
2. Keahlian Pemecahan Masalah (problem solving); sebagai suatu kegiatan yang mengarah pada sokusi dari suatu permasalahan. Selama proses pemecahan masalah, manajer terlibat dalam pengambilan keputusan (decision making), yaiu tindakan memilih dari berbagai alternative tindakan. Pada umumnya, manajer perlu membuat keputusan ganda dalam proses memecahkan suatu permasalahan tunggal.

KOMPUTER SEBAGAI ELEMEN DALAM SISTEM INFORMASI
Sistem adalah sekelompok elemen yang bekerja sama (terintegrasi) untuk mencapai suatu tujuan atau sasaran tertentu. Organisasi atau perusahaan terdiri dari sejumlh sumberdaya yang bekerja menuju tercapainya suatu tujuan tertentu yang ditentukan oleh pemiliki atau manajemen.
Setiap sistem memiliki batas-batas luar yang memisahkannya dari lingkungannya. Tidak semua sistem memiliki kombinasi elemen sistem yang sama, namun secara umum bisa digambarkan terdiri dari sumberdaya input (masukan), roses transformasi, dan sumberdaya output (keluaran).
Berdasarkan Hubungan elemen, sistem dibagi atas :
 Open sistem sistem yang dihubungkan dengan lingkungannya melalui arus sumberdaya.
 Closed sistem sistem yang tidak dihubungkan dengan lingkungannya.

Berdasarkan besar kecilnya sistem, sistem terbagi atas :
 Subsistem; sistem di dalam suatu sistem
 Supersistem atau suprasistem

Berdasarkan Jenis Elemennya, sistem dibedakan atas :
 Sistem fisik, yang terdiri dari sejumlah sumberdaya fisik
 Sistem konseptual, terdiri dari sumberdaya konseptual (data dan informasi).

Pentingnya suatu pandangan sistem (Sistem view), yakni melihat bisnis proses sebagai sistem yang melekat dalam suatu lingkungan yang lebih luas, yaitu :
 Mencegah manajer tersesat dalam kompleksitas struktur organisasi dan pekerjaan yang rinci
 Menyadari perlunya memiliki tujuan yang baik
 Menekankan pentingnya kerjasama antar unit
 Melihat keterkaitan antar unit
 Memberi penilaian yang tinggi pada informasi umpan balik

EVOLUSI SISTEM INFORMASI BERBASIS KOMPUTER
Usaha penerapan komputer dalam bidang bisnis terus berkembang sesuai dengan perkembangan teknologi informasi dan telekomunikasi. Tahapan perkembangan tersebut yaitu :
• Fokus awal pada Data (electronic data processing – EDP)
Didukung dengan munculnya punched card dan keydriven bookkeeping machines, dan perusahaan umumnya mengabaikan kebutuhan informasi para manajernya. Aplikasi yang digunakan sistem informasi akuntasi (SIA).
• Fokus baru pada Informasi (management information sistem – MIS)
Seiring denga diperkenalkannya generasi baru alat penghitung yang memungkinkan pemrosesannya lebih banyak. Hal tersebut dioerientasikan untuk kosep penggunaan komputer sebagai sistem informasi manajemen (SIM), yang berarti bahwa aplikasi komputer harus diterapkan dengan tujuan utama untuk menghasilkan informasi manajemen.
• Fokus Revisi pada Pengambilan Keputusan (Decision support sistem – DSS)
Merupakan hal yang berbeda dengan konsep SIM. DSS adalah sistem penghasil informasi yang ditujukan pada suatu masalah tertentu yang harus dipecahkan serta diambil keputusannya oleh manajer.
• Fokus sekarang pada Komunikasi (office automation – AO)
OA memudahkan komunikasi dan meningkatkan produktivitas di antara para manajer dan pekerja kantor melalui penggunaan alat-alat elektronik. OA telah berkembang meliputiberagam aplikasi seperti konferensi jarak jauh (teleconference), voice mail, e-mail (surat elektronik), electronic calendaring, facsimile transmission, dan desktop publishing. Istilah lainnya dalam menggunakan semua aplikasi AO tersebut dinamakan dengan kantor virtual (virtual office).
• Fokus potensial pada Konsultasi (artificial intelligence/expert sistem – AI/ES)
Ide dasar AI adalah komputer dapat deprogram untuk melaksanakan sebagian penalaran logis yang sama seperti manusia. Sistem pakar adalah suatu sistem yang berfungsi sebagaiseorang spesialis dalam suatu bidang. Sistem yang menggambarkan segala macam sistem yang menerapkan kecerdasan buatan untuk pemecahan masalah dinamakan dengan sistem berbasis pengetahuan (knowledge-bases sistems)
UPAYA PENCAPAIAN SISTEM INFORMASI BERBASIS KOMPUTER
Upaya pencapaian system informai bebasis komputer mennunakan End User Computing, yaitu pengembangan sistem berbasis komputer yang dilakukan oleh pemakai sendiri.
End user computing berkembang, karena empat pengaruh utama :
• Meningkatnya pengetahuan mengenai komputer
• Antrian jasa informasi. (Banyaknya permintaan tidak sebanding dengan resource yang tersedia.)

• Perangkat keras yang harganya semakin murah
• Perangkat lunak siap pakai, semakin banyak.

Peranan Information Specialist berubah, dari sebagai pengembang menjadi hanya sebagai konsultan.

4.PENUTUP
Kesimpulan yang dapat ditarik dari pembahasan ini adalah sebuah informasi sangatlah bermanfaat bagi para manajer dari sebuah perusahaan dalam mengembangkan perusahaannya.
Saran setiap perusahaan wajib mempunyai seorang menajer yang dapat menguasai komputer dan pengetahuan ilmu lainnya agar perusahaan dapat bersaing dalam dunia bisnis.

5.REFERENSI
• viyan.staff.gunadarma.ac.id/.../12_Manajemen+Sumber+Informasi.pdf
• Algifari, (2000), “Analisis Regresi Teori, Kasus dan Solusi”, Yogyakarta: BPFE.
• http://www.pendidikan.net/______. 2003. Pendidikan Berparadigma Ganda.
• http://kutukomputer.net23.net
• www.detikcom______. 2005. Road Show Workshop TI Mengenal Lebih Dekat Teknologi Informasi.
• Geger Riyanto. 2005. Teknologi Informasi, Inovasi bagi Dunia Pendidikan.
• Horrison A.W. and Rainer K. R., “The Influence of Individual Differences on Skill End-User Computing”. Juornal of Management Information System.
• Rifa, Dandes, dan Gudono, M., (1999). “Pengaruh Faktor Demografi dan Faktor Personality dalam End-User Computing”.
• Roseno P. W., (2002), “Pengaruh Faktor Demiografi dan Personality terhadap Keahlian dalam End-User Computing Jakarta: PT. Gramedia Pustaka Umum.
• http://dewipratami.wordpress.com/