Sabtu, 27 November 2010

Sistem Development Lifecycle (SDLC),fase-fasenya

SISTEM DEVELOPMENT LIFE CYCLE (SDLC) & FASE-FASENYA

1. PENDAHULUAN
Disini akan dibahaskan mengenai SDL beserta fase-fasenya bagi programmer untuk membangun suatu informasi.

2. TINJAUAN PUSTAKA
Systems Life Cycle (Siklus Hidup Sistem), dalam rekayasa sistem dan rekayasa perangkat lunak, adalah proses pembuatan dan pengubahan sistem serta model dan metodologi yang digunakan untuk mengembangkan sistem-sistem tersebut.(WIKIPEDIA)

3. PEMBAHASAN
Pengertian SDLC menurut Wikipedia adalah proses pembuatan dan pengubahan sistem serta model dan metodologi yang digunakan untuk mengembangkan sistem-sistem tersebut. Konsep ini umumnya merujuk pada sistem komputer atau informasi. SDLC juga merupakan pola yang diambil untuk mengembangkan sistem perangkat lunak, yang terdiri dari tahap-tahap: analisa (analysis), desain (design), implementasi (implementation), uji coba (testing) dan pengelolaan (maintenance).Dalam rekayasa perangkat lunak, konsep SDLC mendasari berbagai jenis metodologi pengembangan perangkat lunak. Metodologi-metodologi ini membentuk suatu kerangka kerja untuk perencanaan dan pengendalian pembuatan sistem informasi, yaitu proses pengembangan perangkat lunak. Terdapat 3 jenis metode siklus hidup sistem yang paling banyak digunakan, yakni: siklus hidup sistem tradisional (traditional system life cycle), siklus hidup menggunakan protoyping (life cycle using prototyping), dan siklus hidup sistem orientasi objek (object-oriented system life cycle).
SDLC merupakan siklus pengembangan sistem.Pengembangan sistem teknik (engineering system development). Meliputi langkah berikut:
1. System planning
2. System analysis,
3. System design,
4. System selection,
5. system implementation,
6. system maintenance.
SDLC adalah tahapan-tahapan pekerjaan yang dilakukan oleh analis sistem dan programmer dalam membangun sistem informasi. Langkah yang digunakan meliputi :
1. Melakukan survei dan menilai kelayakan proyek pengembangan sistem informasi
2. Mempelajari dan menganalisis sistem informasi yang sedang berjalan
3. Menentukan permintaan pemakai sistem informasi
4. Memilih solusi atau pemecahan masalah yang paling baik
5. Menentukan perangkat keras (hardware) dan perangkat lunak (software)
6. Merancang sistem informasi baru
7. Membangun sistem informasi baru
8. Mengkomunikasikan dan mengimplementasikan sistem informasi baru
9. Memelihara dan melakukan perbaikan/peningkatan sistem informasi baru bila diperlukan

Fase-fase dalam SDLC meliputi :
1. Identifikasi,seleksi,dan perencanaan system
2. Analisis system
3. Desain system
4. Implementasi system
5. Pemeliharaan system (maintenance)

Dalam perkembangannya SDLC dilengkapi oleh berbagai teknik pengembangan sistem, yaitu:
1. Prototyping
Prototyping adalah proses pembuatan model sederhana untuk software final yang mengijinkan pengguna memiliki gambaran dasar tentang program serta melakukan pengujian awal.
Jenis-jenis teknik prototyping adalah:
a. Trowaway Prototyping
b. Evolutionary Prototyping.
c . Incremental Prototyping.
Keuntungan menggunakan teknik prototyping:
a. Mengurangi waktu dan biaya.
b. Meningkatkan keterlibatan pengguna.
c. Mengurangi kesalahpahaman dan kesalahan interpretasi dengan pegguna
Kelemahan menggunakan teknik prototyping:
a. Analisis kurang.
b. Biaya untuk membuat prototyping cukup tinggi
2. Waterfall
Keuntungan menggunakan teknik waterfall
a Proses menjadi teratur
b Estimasi proses menjadi lebih baik
c Jadwal menjadi lebih menentu
Kelemahan menggunakan teknik waterfall:
a Sifatnya kaku, sehingga susah melakukan perubahan di tengah proses
b Membutuhkan daftar kebutuhan yang lengkap di awal, tapi jarang konsumen bisa memberikan kebutuhan secara lengkap diawal
3. Spiral
Teknik spiral mencoba menggabungkan model prototyping dan waterfall. Biasa digunakan untuk proyek besar yang mahal dan rumit. Digunakan oleh militer Amerika untuk mengembangkan program Future Combat Systems.
Keuntungan menggunakan teknik spiral:
a. Pengguna dan developer bisa memahami dengan baik software yang dibangun karena progress dapat diamati dengan baik.
b. Estimasi menjadi lebih realistik seiring berjalannya proyek karena masalah ditemukan sesegera mungkin.
c. Lebih mampu menangani perubahan yang sering terjadi pada software development.
d. Software engineers bisa bekerja lebih cepat pada proyek.
Kelemahan menggunakan teknik spiral:
a. Membutuhkan waktu yang lama.
b. Membutuhkan dana yang besar.
c. Membutuhkan planning jangka panjang yang baik agar program bisa selesai dengan baik
4. V Model
Teknik V model sering disebut sebagai pengembangan dari teknik waterfall.V untuk verifikasi dan validasi dan merupakan model standar yang banyak dipakai di negara-negara Eropa seperti standar untuk proyek pertahanan dan administrasi federal di Jerman.
Keuntungan menggunakan teknik V model
a. Merupakan model pengembangan terstruktur.
b. Setiap fase dapat diimplementasikan dengan dokumentasi yang detail dari fase sebelumnya.
c. Aktivitas pengujian dapat dimulai di awal proyek, sehingga mengurangi waktu proyek.
Kelemahan menggunakan teknik V model adalah dokumentasi harus cukup detail agar fase selanjutnya dapat berjalan dengan baik.
5. Formal Method
Teknik formal method adalah teknik yang mengandalkan perhitungan matematika dalam setiap prosesnya.Hanya digunakan pada sistem yang sangat memperhatikan keamanan atau keselamatan dari pengguna.Contoh penggunaan teknik ini adalah aerospace engineering.
Keuntungan menggunakan teknik formal method adalah meminimalkan resiko dengan adanya perhitungan komputasi.
Kelemahannya adalah
a. Biaya Tinggi.
b. Kompleks
c. Tidak Umum untuk Proyek Software pada umumnya
6. Extreme Programming
Merupakan bagian dari metode agile software development.
Keuntungan menggunakan teknik extreme programming.
a. Menjalin Komunikasi yang Baik dengan Klien.
b. Meningkatkan Komunikasi dan Sifat Saling Menghargai antar Developer.
Kelemahan menggunakan teknik extreme programming:
a. Developer harus selalu siap dengan perubahan karena perubahan selalu diterima.
b. Tidak bisa membuat kode yang detail di awal (prinsip simplicity dan juga anjuran untuk melakukan apa yang diperlukan hari itu juga)

4. PENUTUP
Kesimpulannya adalah SDLC adalah suatu model secara konseptual yang dapat mendeskripsikan suatu sisklus sistem informasi dari proyek yang digunakan tersebut.Sedangakan fase-fasenya meliputi Identifikasi,seleksi,dan perencanaan system,analisis system,desain system,implementasi system dan pemeliharaan system (maintenance).
Saran yang dapat saya sampaikan dalam tulisan ini adalah kita dapat mengetahui bagaimana siklus system informasi itu berjalan maka dari itu sangat penting SDLC ini dipelajari.

5. REFERENSI
• www. WIKIPEDIA.com
• www.total.or.id/info.php?...System%20Development%20Life%20Cycle
• http://yuliagroups.wordpress.com/system-development-life-cycle-sdlc/
• http://kelassisteminformasi.blogspot.com/2009/10/sdlc-system-development-life-cycle.html
• http://joanmathilda.wordpress.com/2009/10/08/sdlc-system-development-life-cycle/
• www.gangsir.com
• Whitten, J.L. Bentley, L.D. Dittman, K.C. 2002. Systems Analysis and Design Methods.
• International Edition. New York: McGraw-Hill Companies, Inc.
• http://ermaliawinda.blogspot.com/
• Martin, Merle P. 1991. Analysis And Design of Business Information Sytems. New York:Macmillan Publishing Company.

Komunikasi data & Keamanan SI serta pengendalian dalam pengembangan SI

KOMUNIKASI DATA dan KEAMANAN SISTEM INFORMASI serta PENGENDALIAN dalam PENGEMBANGAN SISTEM INFORMASI

1. PENDAHULUAN
Di jaman yang modern seperti saat ini sangat perlu dan pentingnya keamanan system informasi serta pengendalian dalam komunikasi data dalam pengembangannya dalam system informasi.Mengingat computer sebagai jalur keluar masuknya informasi,pasti banyak hacker/cracker melakukan segala cara agar dapat memperoleh (biasanya berupa prosedur dan password) dari "orang-dalam" dari pengguna sistem.Maka dari itu disini akan dibahas mengenai keamanan system informasi.

2. TINJAUAN PUSTAKA
3. PEMBAHASAN
Ada banyak hal mengenai keamanan system informasi serta komunikasi data diantaranya yaitu :
1. Keamanan Fisik
Perlu dipikirkan bahwa komputer server atau desktop adalah pintu untuk masuk-ke dan keluar-dari sistem informasi. Bayangkan kalau seseorang yang tidak berhak tiba-tiba berada di depan komputer server. Entah apa yang terlintas dalam benaknya dan apa yang dapat dia lakukan terhadap server tersebut. Yang jelas, harus diperhatikan keamanan hardware sistem informasi kita. Keamanan secara fisik umumnya diberikan pada komputer server. Tetapi tidak menutup kemungkinan juga diterapkan pada komputer client/workstation. Misalnya diberikan ruang khusus dengan kondisi ruang yang terjaga (misalnya suhunya, kelembabannya, penerangan, dll), penerapan sistem keamanan (dengan sensor gerak, sensor cahaya, dll), sistem pemadam kebakaran yang canggih (Bukan dengan air, bisa korslet! Tetapi dengan menghampa-udarakan ruangan), dll.

2. Keamanan Personal
Dalam sebuah buku yang dikarang oleh seorang hacker, ternyata salah satu cara agar hacker tersebut dapat menembus keamanan sistem informasi dan komunikasi adalah dengan pendekatan personal atau sosialisasi yang baik dengan karyawan/operator pengguna sistem. Ada metode pendekatan sang hacker/cracker agar dapat memperoleh cara (biasanya berupa prosedur dan password) dari "orang-dalam" dari pengguna sistem. Bisa saja hacker tersebut dekat dengan wanita operator sebuah sistem, dan si hacker tadi berhasil mengorek password sistem. Atau juga ada hacker yang berpura-pura sebagai karyawan suatu perusahaan dan meminta System Administrator untuk mengubah password seorang operator. Dengan demikian hacker tersebut dapat memperoleh password dari operator tadi. Banyak cara yang dilakukan oleh hacker dan cracker untuk membobol sistem dari pendekatan personal, baik dengan cara halus, cara cantik, mau pun cara paksa.

3. Keamanan Data
Data adalah bagian yang vital. Perlu pengamanan ekstra. Suatu sistem yang hanya dapat mengumpulkan/mencatat data ditambah kemampuan untuk menganalisa dan memprosesnya menjadi informasi adalah sebuah sistem yang lugu. Perlu ditambahkan prosedur kemanan untuk data tersebut, yaitu prosedur backup atau replikasi. Backup data ini sendiri perlu sehingga bila terjadi hal-hal yang mengganggu atau pun merusak sistem, kita masih memiliki data yang tersimpan di tempat dan di media lain yang aman. Gangguan dan perusakan terhadap data ini bisa terjadi karena banyak hal, misalnya: virus/worm, bencana alam dan buatan, terorisme, cracker/hacker, dll. Betapa pentingnya masalah keamanan data ini sampai menjadi bisnis di bidang TIK (teknologi informasi dan komunikasi) yang berdiri sendiri. Misalnya adalah datawarehouse, asuransi keamanan data, anti-virus, dll.

4. Keamanan Komunikasi Jaringan
Keamanan komunikasi jaringan juga masalah yang penting. Apalagi sekarang teknologi wireless sedang marak-maraknya. Pada saat teknologi wireless masih baru lahir, banyak pakar dan praktisi TIK menilai penggunaan jaringan wireless merupakan jaringan yang paling rentan terhadap gangguan dan perusakan. Betulkah demikian? Sebuah majalah di Indonesia bahkan menguraikan cara-cara "menyantol" jaringan wireless ini. Terlepas dari itu semua, keamanan jaringan komunikasi ini juga sangat vital. Bentuknya bisa penyusupan ke jaringan, gangguan jaringan (flooding), atau bahkan perusakan sarana dan prasarana komunikasi jaringan (vandalism).

5. Keamanan Prosedur Operasi
Jelas harus ada aturan baku untuk prosedur operasional suatu sistem. Perlu ditingkatkan keamanan untuk prosedur operasional. Contoh gampangnya adalah: seorang operator harus logout (setelah login tentunya) jika akan meninggalkan komputernya, walau pun cuma untuk ke toilet. Mengapa bisa begitu? Karena ketika seorang operator meninggalkan komputernya dalam keadaan tidak logout, maka seseorang mungkin akan menggunakan komputernya untuk melakukan apa saja (misalnya transaksi) atas nama operator tadi. Bayangkan kalau operator yang ke toilet tadi ternyata seorang teller dari sebuah bank, mungkin saja seseorang melakukan transaksi untuk mentransfer sejumlah uang atas nama operator tadi.


6. Keamanan Desain Sistem
Yang dimaksud keamanan desain di sini adalah bagaimana desain system teknologi informasi dan komunikasi kita dapat menjaga hal-hal yang tidak diinginkan, misalnyapenyusup/pengganggu dan perusak.Keamanan desain ini dapat berupa desain software aplikasi, sistemoperasi, hardware, jaringan, dll.Di sini lebih ditekankan pada aspek desainnya.Sebagai contoh misalnya untuk keamanan desain software aplikasi: Aplikasi yang baik, terutama bila aplikasi tersebut multi-user, maka perlua daautentikasi user yang login dan dicatat dalam file log untuk penelusuran kelak. Sekarang tidak hanya fasilitas login-logout inisaja, tetapi aplikasi harus lebih pintar, misalnya dengan penambahan waktu (timer) yang akan menghitung waktu idle (menganggur) aplikasi. Jika melewati batas waktu tertentu, maka otomatis aplikasi akan menjalankan proses logout. Berjalannya waktu, proses login-logout ini sendiri tidak melulu menggunakan nama login dan password atau dengan kartu magnetic biasa, tetapi sudah memanfaatkan teknologi biometrik. Misalnya dengan sidikjari, sidiktelapaktangan, pengenalan retina, pengenalansuara, dll.Mungkin saja kelak untuk mengambil uang di ATM kitat idak menggunakan kartu magnetic tetapi hanya dengan sidikjari/tangan kita.

7. Keamanan Hukum
Isu keamanan hukum menjadi marak sejak diberlakukannya UU HAKI (Hak Atas Kekayaan Intelektual) di Indonesia. Terkuak sudah banyaknya pelanggaran hukum atas penggunaan produk-produk bajakan. Ada sisi lain dari masalah keamanan hukum, yaitu: Anda dapat memetik manfaat dari adanya hukum yang mengatur teknologi informasi dan komunikasi. Misalnya saja jika Anda sebagai pengembang software, Anda akan sangat merasa terlindungi jika hasil karya Anda dilindungi oleh hukum. Demikian juga pengakuan publik atas kekayaan intelektual Anda.





Pengendalian dalam Pengembangannya dalam Sitem Informasi
Mengapa sistem informasi begitu rentan? Data yang disimpan dalam bentuk elektronis umumnya lebih mudah atau rawan sekali terhadap ancaman atau gangguan yang mungkin timbul, dibanding jika data tersebut disimpan secara manual. Beberapa ancaman dan gangguan yang mungkin terjadi dan berpengaruh terhadap sistem informasi, adalah sebagai berikut:
1. Kerusakan perangkat keras.
2. Perangkat lunak tidak berfungsi.
3. Tindakan-tindakan personal.
4. Penetrasi akses ke terminal.
5. Pencurian data atau peralatan.
6. Kebakaran.
7. Permasalahan listrik.
8. Kesalahan-kesalahan pengguna.
9. Program berubah.
10. Permasalahan-permasalahan telekomunikasi.

Kemajuan dalam telekomunikasi dan perangkat lunak dan keras komputer secara signifikan juga memberikan kontribusi atas meningkatnya kerentanan dan gangguan terhadap sistem informasi. Melalui jaringan telekomunikasi, informasi disebarkan atau dihubungkan ke berbagai lokasi. Kemungkinan adanya akses yang tidak sah, gangguan atau kecurangan dapat saja terjadi baik di satu atau beberapa lokasi yang terhubung. Semakin kompleksnya perangkat keras juga menciptakan kemungkinan terjadinya peluang untuk penetrasi dan manipulasi penggunaan sistem informasi.
Pertumbuhan dan penggunaan yang pesat internet dalam berbagai aktivitas juga mengundang timbulnya berbagai gangguan terhadap sistem informasi. Dua hal yang menjadi perhatian di sini adalah masalah hackers dan virus. Hacker adalah seseorang yang melakukan akses yang tidak sah ke jaringan komputer untuk tujuan mencari keuntungan, kriminal, atau hanya untuk sekedar kesenangannya. Sedangkan virus adalah program yang mengganggu dan merusak file yang ada dalam komputer, serta sulit untuk dideteksi. Virus ini dapat cepat sekali menyebar, menghancurkan file, dan mengganggu pemrosesan dan memory sistem informasi. Umumnya, untuk mencegah penyebaran virus yang menyerang, digunakan program khusus anti virus yang didesain untuk mengecek sistem komputer dan file yang ada dari kemungkinan terinfeksi oleh virus komputer. Seringkali, anti virus ini mampu untuk mengeliminasi virus dari area yang terinfeksi. Namun, program antivirus ini hanya dapat untuk mengeliminasi atas virus-virus komputer yang sudah ada. Oleh karenanya, para pengguna komputer disarankan untuk secara berkala memperbarui program anti virus mereka.
Semakin meningkatnya kerentanan dan gangguan terhadap teknologi informasi telah membuat para pengembang dan pengguna sistem informasi untuk menempatkan perhatian yang khusus, terutama aterhadap permasalahan permasalahan yng dapat menjadi kendala untuk penggunaan sistem informasi secara memadai. Paling tidak ada 3 hal yang menjadi perhatian khusus di sini, yaitu:
1. Bencana (disaster)
Perangkat keras komputer, program-program, file-file data, dan peralatan-peralatan komputer lain dapat dengan seketika hancur oleh karena adanya bencana, seperti: kebakaran, hubungan arus pendek (listrik), tsunami, dan bencana-bencana lainnya. Jika bencana ini menimpa, mungkin perlu waktu bertahun-tahun dan biaya yang cukup besar (jutaan dan bahkan mungkin milyaran rupiah) untuk merekonstruksi file data dan program komputer yang hancur. Oleh karenanya, untuk pencegahan atau meminimalkan dampak dari bencana, setiap organisasi yang aktivitasnya sudah memanfaatkan teknologi informasi biasanya sudah memiliki:
a. Rencana Kesinambungan Kegiatan (pada perusahaan dikenal dengan Bussiness Continuity Plan)
yaitu suatu fasilitas atau prosedur yang dibangun untuk menjaga kesinambungan kegiatan/layanan apabila terjadi bencana.
b. Rencana Pemulihan Dampak Bencana “disaster recovery plan”,
yaitu fasilitas atau prosedur untuk memperbaiki dan/atau mengembalikan kerusakan/dampak suatu bencana ke kondisi semula. Disaster recovery plan ini juga meliputi kemampuan untuk prosedur organisasi dan “back up” pemrosesan, penyimpanan, dan basis data.

2. Sistem Pengamanan (security)
Merupakan kebijakan, prosedur, dan pengukuran teknis yang digunakan untuk mencegah akses yang tidak sah, perubahan program, pencurian, atau kerusakan fisik terhadap sistem informasi. Sistem pengamanan terhadap teknologi informasi dapat ditingkatkan dengan menggunakan teknik-teknik dan peralatan-peralatan untuk mengamankan perangkat keras dan lunak komputer, jaringan komunikasi, dan data.

3. Kesalahan (errors)
Komputer dapat juga menyebabkan timbulnya kesalahan yang sangat mengganggu dan menghancurkan catatan atau dokumen, serta aktivitas operasional organisasi. Kesalahan (error) dalam sistem yang terotomatisasi dapat terjadi di berbagai titik di dalam siklus prosesnya, misalnya: pada saat entri-data, kesalahan program, operasional komputer, dan perangkat keras.





Tujuan Keamanan Sistem Informasi
Keamanan sistem mengacu pada perlindungan terhadap semua sumberdaya informasi organisasi dari ancaman oleh pihak-pihak yang tidak berwenang. Institusi/organisasi menerapkan suatu program keamanan sistem yang efektif dengan mengidentifikasi berbagai kelemahan dan kemudian menerapkan perlawanan dan perlindungan yang diperlukan. Keamanan sistem dimaksudkan untuk mencapai tiga tujuan utama yaitu; kerahasiaan, ketersediaan dan integritas.
1. Kerahasian.
Setiap organisasi berusaha melindungi data dan informasinya dari pengungkapan kepada pihak-pihak yang tidak berwenang. Sistem informasi yang perlu mendapatkan prioritas kerahasian yang tinggi mencakup; sistem informasi eksekutif, sistem informasi kepagawaian (SDM), sistem informasi keuangan, dan sistem informasi pemanfaatan sumberdaya alam.
2. Ketersediaan.
Sistem dimaksudkan untuk selalu siap menyediakan data dan informasi bagi mereka yang berwenang untuk menggunakannya. Tujuan ini penting khususnya bagi sistem yang berorientasi informasi seperti SIM, DSS dan sistem pakar (ES).
3. Integritas.
Semua sistem dan subsistem yang dibangun harus mampu memberikan gambaran yang lengkap dan akurat dari sistem fisik yang diwakilinya.


4. PENUTUP
Kesimpulan yang dapat ditarik dalam pembahasan ini adalah keamanan Sistem Informasi sangatlah diperlukan dalam pengembangan system informasi mengingat jaman yang semakin maju dan orang semakin pintar dalam mencuri informasi.
Saran dalam setiap situs sebaiknya terdapat pengamanan terhadap system informasi agar tidak diambil oleh hecker.

5. REFERENSI
• http://yemimaidea-41207373.blogspot.com
• pelangibersinar.blogspot.com/.../keamanan-sistem-informasi-dan.html
• unilanet.unila.ac.id/.../PTI-Keamanan%20Sistem%20Informasi.ppt
• ymukhlis.staff.gunadarma.ac.id/Downloads/files/.../Pengelolaan+SI.pdf
• nitaanggra.blogspot.com/.../komunikasi-data-keamanan-sistem.html
• www.docstoc.com › ... › Computers & Internet › Enteprise
• elibrary.mb.ipb.ac.id
• mobilterbaru.com/info/komunikasi-dan-keamanan-data
• wiki.answers.com
• vachmee.wordpress.com/.../seminar-nasional-“keamanan-sistem-jaringan-dan-komunikasi-data”

Sabtu, 30 Oktober 2010

Model sistem umum organisasi atau perusahaan

Model Sistem Umum Organisasi atau Perusahaan

1. Pendahuluan
Perusahaan di jaman sekarang ini pastinya harus dapat bersaing dengan perusahaan-perusahaan lainnya yang ada diluar sana,agar dapat bersaing dalam dunia bisnisnya.
Disini kita akan mengintip tentang model system umum organisasi atau perusahaan.

2. Tinjauan Pustaka
3. Pembahasan
Model merupakan abstraksi dari sesuatu,yang dapat menampilkan tujuan dan aktifitas (sering disebut dengan entity/kesatuan.Seorang manajer perusahaan menggunakan suatu model untuk memecahkan suatu permasalahan.

Jenis-jenis model ada 4 jenis model dasar,yaitu :
1. Model Fisik
Adalah penggambaran entitas dalam bentuk tigas dimensi.Model fisik yang digunakan dalam dunia bisnis meliputi maket pusat perbelanjaan, atau prototype model baru.
Model fisik membantu suatu tujuan yang tidak dapat dipenuhi oleh benda nyata.Contohnya investor pusat perbelanjaan dan pembuat mobil dapat membuat sejumlah perubahan dengan lebih murah melalui rancangan model fisik mereka dibandingkan dengan produk akhir.
2. Model Naratif
Menggambarkan entitasnya secara lisan atau tulisan.Semua komunikasi bisnis adalah model naratif, sehingga model naratif merupakan model yang paling populer.Model ini sering digunakan para manajer, namun jarang dikenali sebagai suatu model.
3. Model Grafik
Menggambarkan entitasnya dengan sejumlah garis, symbol atau bentuk.Model grafik digunakan dalam bisnis untuk mengkomunikasikan informasi.Banyak laporan tahunan perusahaan kepada para pemegang saham berisikan grafik-grafik berwarna untuk menyampaikan kondisi keuangan perusahaan.Grafik juga digunakan untuk mengkomunikasikan informasi kepada para manajer.
Model grafik juga digunakan dalam rancangan sistem informasi.Banyak peralatan yang digunakan oleh analisis sistem dan programmer yang bersifat grafik. Contohnya bagan arus (flowchart) dan diagram arus data (data flow diagram – DFD).
4. Model Matematika
Sebagian besar perhatian dalam pembuatan model bisnis (business modeling) saat ini tertuju pada model matematika.Semua rumus atau persamaan matematika adalah suatu model matematika.Model matematika yang digunakan para manajer bisnis umumnya tidak lebih rumit daripada model yang biasa digunakan dalam matematika.
Keunggulan model matematika adalah ketelitiannya dalam menjelaskan hubungan antara berbagai bagian dari suatu objek serta menyediakan kemampuan prediksi.Matematika dapat menangani hubungan-hubungan yang berdimensi lebih banyak disbanding model grafik yang hanya dua dimenasi atau model fisik yang tiga dimensi. Bagi ahli matematika dan manajer yang menyadari kerumitan sistem bisnis, kemampuan multidimensional model matematik adalah modal yang berharga.
Kegunaan Model,ada tiga tujuan penggunaan model yaitu :
1. Mempermudah pengertian (pemahaman)
Suatu model pasti lebih sederhana daripada entitasnya.Entitas lebih mudah dimengerti jika elemen-elemennya dan hubungannya disajikan secara sederhana.Pada model fisik hanya dapat menggambarkan bentuk objek yang ingin dipelajari.Pada model narasi, narasinya dapat diolah menjadi ikhtisar.Pada model grafik, diagram hanya dapat menunjukkan hubungan-hubungan utama, dan pada model matematika, persamaan matematik hanya berisi unsur-unsur primer.Tetapi dalam setiap hal, dilakukan upaya untuk menyajikan model dalam bentuk yang sederhana. Setelah model-model sederhana tersebut dipahami,secara bertahap model tersebut dapat dibuat semakin rumit sehingga dapat menggambarkan entitasnya dengan lebih akurat. Bagaimana pun, model tetap hanya menggambarkan entitasnya dan tidak pernah tepat sama dengan entitasnya.
2. Mempermudah komunikasi
Setelah pemecah masalah (problem sorver) mengerti entitasnya, pengertian tersebut sering perlu dikomunikasikan kepada yang lain. Mungkin analisis sistem harus berkomunikasi dengan manajer atau programmer. Atau mungkin seorang manajer harus berkomunikasi dengan anggaota lain dari tim pemecah masalah.
Keempat jenis model dapat mengkomunikasikan informasi secara cepat dan akurat kepada orang-orang yang mengetahui makna dari berbagai bentuk, kata-kata, grafik, dan persamaan matematika tersebut.
3. Memperkirakan masa depan
Ketelitian dalam menggambarkan entitas membuat model matematika dapat memberikan kemampuan yang tidak dapat dimiliki oleh jenis model lainnya. Model matematika dapat memperkirakan apa yang akan terjadi di masa depan, tetapi tidak seratus persen akurat. Karena banyak data yang dimasukkan ke dalam model biasanya didasarkan atas berbagai asumsi, manajer harus menggunakan pertimbangan dan intuisi untuk mengevaluasi model.
Model system umum
1. Sistem Fisik
Merupakan sistem terbuka, yang berhubungan dengan lingkungannya melalui arus sumber daya fisik.
Arus sumber daya fisik yang mengalir :
1. Arus material.
2. Arus personil.
3. Arus mesin.
4. Arus uang.
2. Sistem Konseptual
Sebagian sistem terbuka dapat mengendalikan operasinya sendiri, sebagian lagi tidak.Pengendalian ini dapat dicapai dengan menggunakan suatu lingkaran yang disebut “Lingkaran Umpan Balik” yang menyediakan suatu jalur bagi sinyal-sinyal dari sistem ke mekanisme pengendalian begitu pula sebaliknya.
Pengendalian Manajemen pihak manajemen menerima informasi yang menggambarkan output sistem.
Pengolah Informasi; Perjalanan informasi tidak selalu dari sistem fisik kepada manajer.Para manajer memperoleh informasi dari sistem yang menghasilkan informasi dari data yang terkumpul.
4. Penutup
5. Referensi
o http://wartawarga.gunadarma.ac.id/2010/10/model-sistem-umum-perusahaan-4/
o http://www.kaskus.us/blog.php?b=21481
o sri_wiji.staff.gunadarma.ac.id/Downloads/files/.../Modul+2+SIM.doc
o ruzdeeweb.com/.../model+sistem+umum+perusahaan+warta+warga - Amerika Serikat -
o zhiimon.blogspot.com/.../model-sistem-umum-perusahaan.html
o www.golfandtravelling.com/.../Model+Sistem+Umum+Perusahaan
o www.copasmedia.com/?s=Model+Sistem+Umum+Perusahaan
o www.liputan-berita.com/beritamodel-sistem-umum-organisasi-atau-perusahaanhtml -
o indoartikel.com/berita_model_sistem_umum_perusahaan__warta_warga
o danielraka.wordpress.com/.../model-sistem-umum-perusahaan

Teknologi perdagangan melalui jaringan elektronik pada masa kini

Teknologi Perdagangan melalui Jaringan Elektronik pada Masa Kini

1. Pendahuluan
Pada jaman modern seperti saat ini,pastinya kita tidak asing lagi dengan perdagangan melalui jaringan elektronik,apalagi ditambah dengan jaringan internet yang sudah menyebar ke pelosok daerah.
Tapi apa sih sebenarnya perdagangan melalui jaringan elektronik,disini akan dibahas mengenai hal tersebut.

2. Tinjauan Pustaka
3. Pembahasan
Strategi Perdagangan Melalui Jaringan Elektronik adalah strategi yang elemen-elemennya dikaitkan dengan transmisi data elektronik.Strategi yang paling penting adalah strategi yang elemen-elemennya dikaitkan dengan transmisi data elektronik. Nama yang berkaitan dengan strategi ini adalah sistem antar-organisasi (IOS). EDI merupakan subset dari IOS.
Perdagangan melalui Jaringan Elektronik ada 2 jenis :
1. Business-to-Customer(B2C)
Perdagangan melalui jaringan elektronik yang berkenaan dengan transaksi antara sebuah perusahaan dengan pemakai akhir dari produk.

2. Business-to-Business(B2B)
Perdagangan melalui jaringan elektronik yang berkenaan dengan transaksi antara perusahaan-perusahaan yang tidak melibatkan pemakai akhir.
Strategi perdagangan melalui jaringan elektronik yaitu untuk tiap masalah, ada beberapa kemungkinan solusi, dan situasi ini dapat diterapkan untuk permasalahan menentukan strategi terbaik perdagangan melalui jaringan elektronik.
Manfaat yang dapat diambil dari perdagangan melalui jaringan elektronik yaitu 1. Pelayanan pelanggan lebih baik
2. Hubungan pemasok dan masyarakat keuangan yang lebih baik
3. Pengembalian investasi pemegang saham dan pemilik meningkat
Kendala dalam perdagangan melalui jaringan elektronik yaitu
1. Biaya tinggi
2. Masalah keamanan
3. Perangkat lunak yang belum mapan atau tidak tersedia
4. Harus adanya computer untuk terkoneksi dengan jaringan internet
4. Penutup
Kesimpulan yang dapat ditarik dari tulisan ini yaitu perdagangan melalui jaringan elektronik belum sepenuhnya dapat berjalan seperti perdangangan yang biasanya,kendala yang dirasakan untuk mengembangan itu masih banyak.
Saran agar perdagangan melalui jaringan elektronik ini dapat berkembang dengan baik maka setiap perusahaan wajib mempunyai situs perusahaannya yang menjelaskan produk dagangannya.

5. Referensi
1. http://baduttumin.files.wordpress.com/.../3-menggunakan-teknologi-informasi-dalam-perdagangan-melalui-jaringan-elektronik.ppt
2. http://betty_yudha.staff.gunadarma.ac.id/.../BAB+6+Perdagangan+Melalui+Jaringan+Elektronik.doc
3. http://nanienuneno.blogspot.com/2010/01/perdagangan-melalui-jaringan-elektronik.html
4. http://gerudawjarit.blogspot.com/2009/12/menggunakan-teknologi-informasi-dalam.html
5. http://www.simplearning.co.cc/2009/12/e-commerce-strategi-penerapan-bisnis.html
6. http://nanienuneno.blogspot.com/2010/01/perdagangan-melalui-jaringan-elektronik_08.html
7. http://kibaw90.wordpress.com/2010/01/03/e-commerce/
8. http://budhivensius.blogspot.com/2009/12/perdagangan-melalui-jaringan-elektronik.html
9. http://andrykusuma.wordpress.com/2009/12/31/e-commerce-perdagangan-elektronik/
10. http://irvhan.student.ung.ac.id/files/2010/06/SISTEM-INFORMASI-MANAJEMEN.ppt

Mengulas seputar Electronic Data Interchange (EDI) dan Information Organisation System (IOS)

Mengulas seputar Electronic Data Interchange (EDI) dan Information Organisation System (IOS)

1. Pendahuluan
Dalam mengatasi persaingan yang semakin ketat antara suatu perusahaan dalam dunia bisnis pada jaman sekarang ini.Langkah yang dapat diambil oleh suatu perusahaan adalah meningkatkan kemampuan dalam teknologi informasi dan komunikasi.
Salah satu teknologi yang cukup relevan untuk mengatasi hal tersebut adalah penggunaan EDI(Electronic Data Interchange)dan IOS(Information Organisation system).Dalam tulisan ini akan dibahas mengenai apa itu EDI dan IOS?

2. Tinjauan Pustaka
Ferguson et al (1990) mendefinisikan tentang EDI yaitu sebagai pertukaran informasi bisnis secara elektronik dari computer ke computer dalam format terstruktur dan dilakukan diantara partner bisnis.
Laudon (1991) mengemukakan tentang EDI sebagai cara komunikasi atau pertukaran transaksi bisnis standar diantara dua pihak atau lebih dengan menggunakan media computer di satu pihak ke komputer lain pada pihak lain.
Porter (1980) mengemukakan tentang strategi EDI,bahwa ada dua strategi EDI yaitu cost leadership dan product differentiation.
3. Pembahasan
EDI merupakan mekanisme untuk pertukaran data-data untuk keperluan bisnis secara elektronis,sehingga intervensi manusia dapat ditekan seminimum mungkin.
Komponen-Komponen EDI,ada tiga komponen EDI yang utama yaitu :
1. Pesan Standar
Teks yang memuat informasi dan aturan sebagai penterjemah dari satu atau lebih dokumen bisnis.Dalam EDI aturan untuk memformat dokumen elektronik disebut transaction set.Dokumen yang dipertukarkan harus terstruktur sehingga dapat dibaca dan diinterpretasikan oleh computer.
2. Perangkat Lunak
Berfungsi sebagai penterjemah dari pesan standar EDI ke dalam internal file format perusahaan penerima.
3. Komunikasi
Komunikasi dalam EDI dilakukan melalui antar mesin (komputer),sehingga diperlukan infrastruktur komunikasi.Bentuk infrastruktur komunikasi yang berkembang adalah Vale Added Network (VAN).VAN adalah penyedia network dimana setiap pelanggannya menpunyai mailbox pada perusahaan VAN,sehingga pesan EDI dapat melalui e-mail.
Keuntungan EDI,EDI memiliki banyak keuntungan diantaranya :
1. Memperbaiki efisiensi
2. penghematan biaya
3. penurunan penggunaan telepon
4. penurunan biaya pos konvensional
5. penurunan biaya transport
6. Memperbaiki service kepada pelanggan
7. Memperbaiki kemampuan bersaing secara internasional
Pemanfaatan EDI di Indonesia nampaknya masih belum mengalami pertumbuhan dan perkembangan yang signifikan.Masih sangat jarang yang memanfaatkan system ini sebagai salah satu komponen teknologi informasi.Padahal dengan adanya EDI ini perusahaan akan lebih mudah dalam melakukan pertukaran data baik didalam internal organisasi ataupun dengan pihak stakeholder.
IOS adalah suatu kombinasi perusahaan-perusahaan yang terkait sehingga berfungsi sebagai satu sistem tunggal yang bekerja sama untuk mencapai tujuan bersama. Perusahaan-perusahaan yang membentuk IOS disebut mitra dagang atau mitra bisnis.Manfaat IOS terbagi menjadi dua kategori yaitu efisiensi komparatif dan kekuatan tawar menawar.
4. Penutup
Kesimpulan yang dapat ditarik dari tulisan ini yaitu EDI dapat kita manfaatkan untuk pertukaran data antara perusahaan dalam dunia bisnis.sedangkan IOS adalah suatu kombinasi perusahaan-perusahaan yang terkait sehingga berfungsi sebagai satu sistem tunggal yang bekerja sama untuk mencapai tujuan bersama.
Saran : Setiap perusahaan di Indonesia harus dapat memanfaatkan EDI dan IOS agar dapat dengan mudah melakukan pertukaran informasi.

5. Referensi
a. http://www.total.or.id/info.php?kk=Electronic%20Data%20Interchange
b. puslit2.petra.ac.id/ejournal/index.php/idei/article/shop/18014/17929
c. http://ruthl25th.multiply.com/journal/item/2
d. http://en.wikipedia.org/wiki/Electronic_Data_Interchange
e. http://arvianmmugm.blogspot.com/2009/01/aplikasi-edi-electronic-data_06.html
f. http://www.google.co.id/url?sa=t&source=web&cd=4&ved=0CCUQFjAD&url=http%3A%2F%2Frepository.ui.ac.id%2Fcontents%2Fkoleksi%2F16%2F116ec84cd4f5c6e0caf3867f01a1898808510673.pdf&rct=j&q=Elektronik%20data%20interchange&ei=waW5TJu7K4eivQP5uMXXDQ&usg=AFQjCNEPnUZQT2V-H0Sk9PnRHRs9fsFmcg&cad=rja
g. http://blog.unila.ac.id/nurul170389/2009/03/14/elektronik-data-interchange/
h. http://saifulrahman.lecture.ub.ac.id/files/2010/03/Merubah-Proses-Manajemen.pdf
i. http://www.angelfire.com/id/akademika/rkuliah1.html
j. http://hadianyana.wordpress.com/2009/11/16/edi-electronic-data-interchange/

E-Commerce dan perkembangannya di Indonesia

E-Commerce dan Perkembangannya di Indonesia

1. Pendahuluan
Dengan pekembangan jaman seperti ini mungkin semua orang mengerti apa itu e-commerce dan bagaimana perkembangannya di Indonesia?Tapi kenyataannya masih banyak orang diluar sana yang belum mengerti apa itu e-commerce dan bagaimana perkembangannya di Indonesia?
Disini saya akan mencoba mengupas tentang apa itu e-commerce dan bagaimana perkembangannya di Indonesia?

2. Tinjauan Pustaka
3. Pembahasan
E-Commerce atau disebut dengan electronic commerce merupakan salah satu teknologi yang berkembang pesat seiring dengan kehadiran dan perkembangan internet dalam kehidupan kita.
Ecommerce sendiri berasal dari layanan EDI (Electronic Data Interchange), layanan EDI ini telah berkembang sedemikian pesatnya di negara-negara yang mempunyai jaringan komputer dan telepon.Jika sebelumnya kita telah sering menggunakan media elektronik seperti telepon, fax, hingga handphone untuk melakukan perniagaan / perdagangan, sekarang ini, kita dapat menggunakan internet untuk melakukan perniagaan.
E-Commerce memiliki beberapa jenis, yaitu:
• Business to Business (B2B)
Adalah suatu bisnis yang dijalankan antara perusahaan dengan perusahaan lain.
• Business to Consumer (B2C)
Adalah suatu bisnis yang dijalankan antara perusahaan dengan consumer,sifatnya melayani pelanggan yang bervariasi.
• Consumer to Consumer (C2C)
Adalah suatu bisnis yang dijalankan antara consumer dengan consumer, sifatnya lelang (auction).
• Government
o G2G, G2B, G2C,
melakukan layanan terhadap perusahaan untuk keperluan bisnis hingga melayani masyarakat.
Manfaat dari E-Commerce,yaitu:
• Revenue stream baru
• Market exposure, melebarkan jangkauan
• Menurunkan biaya
• Memperpendek waktu product cycle
• Meningkatkan customer loyality
• Meningkatkan value chain

Setalah dibahas apa itu e-commerce,mari kita lihat bagaimana perkembangan e-commerce di Indonesia?
Sebenarnya e-commerce telah ada di Indonesia sejak tahun 1996,dengan berdirinya Dyviacom Intrabumi atau D-Net (www.dnet.net.id) sebagai perintis transaksi online.Wahana transaksi berupa mal online yang disebut D-Mall (diakses lewat D-Net) ini telah menampung sekitar 33 toko online/merchant.Produk yang dijual bermacam-macam, mulai dari makanan, aksesori, pakaian, produk perkantoran sampai furniture. Selain itu, berdiri pula http://www.ecommerce-indonesia.com/, tempat penjualan online berbasis internet yang memiliki fasilitas lengkap seperti adanya bagian depan toko (storefront) dan shopping cart (keranjang belanja).
Selain itu, ada juga Commerce Net Indonesia yang beralamat di http://isp.commerce.net.id/.Sebagai Commerce Service Provider (CSP) pertama di Indonesia, Commerce Net Indonesia menawarkan kemudahan dalam melakukan jual beli di internet. Commerce Net.
Indonesia sendiri telah bekerjasama dengan lembaga-lembaga yang membutuhkan e-commerce, untuk melayani konsumen seperti PT Telkom dan Bank International Indonesia. Selain itu, terdapat pula tujuh situs yang menjadi anggota Commerce Net Indonesia, yaitu Plasa.com, Interactive Mall 2000, Officeland, Kompas Cyber Media, Mizan Online Telecommunication Mall dan Trikomsel.

4. Penutup
Kesimpulan dari pembahasan ini yaitu dengan adanya kehadiran e-commerce sebagai media transaksi baru ini tentunya menguntungkan banyak pihak, baik pihak konsumen, maupun pihak produsen dan penjual (retailer).Dengan menggunakan internet, proses perniagaan dapat dilakukan dengan menghemat biaya dan waktu.
Saran yang dapat saya sampaikan dari pembahasan ini adalah akan lebih baik apabila perusahaan-perusahaan di Indonesia memanfaatkan e-commerce dalam bisnisnya,mengingat jumlah masyarakat yang besar dan adanya jarak fisik yang jauh sehingga e-commerce dapat dimanfaatkan dengan maksimal dan e-commerce dapat menjadi suatu bisnis yang menjanjikan.

5. Referensi
• http://www.sentralweb.com
• www.cert.or.id/~budi/presentations/e-commerce-indonesia.ppt Anggraeni Srihartati0905017012
• www.matabumi.com/cerita/perkembangan-e-commerce-di-indonesia
• www.iix.net.id/library/Iix_history.pdf
• http://didoe.files.wordpress.com/2008/03/perkembangan-e.doc
• http://www.mik.co.id/?p=675
• www.cert.or.id/~budi/presentation/e-commerce.ppt
• http://www.lawskripsi.com/index.php?option=com_content&view=article&id=11&Itemid=11
• . http://www.mik.co.id/?p=675
• . http://www.yahoo.com

Evolusi Sistem Informasi Manajemen berdasarkan CBIS (Computer Base Information System)

Evolusi Sistem Informasi Manajemen berdasarkan CBIS
(Computer Base Information System)

1. Pendahuluan
Setelah semua dibahas dan mengetahui tentang apa definisi dan fungsi SIM,gambaran umum dan struktur SIM lalu komponen-komponen pendukung SIM.Sekarang akan dibahas mengenai Evolusi SIM berdasarkan CBIS (Computer Base Information System).

2. Tinjauan Pustaka
SIM adalah pengembagan dan penggunaan sistem-sistem informasi yang efektif dalam organisasi-organisasi (Kroenke,David,1989).
SIM merupakan system informasi yang menghasilkan hasil keluaran (output) dengan menggunakan masukan (input) dan berbagai proses yang diperlukan untuk memenuhi tujuan tertentu dalam suatu kegiatan manajemen (Wikipedia).

3. Pembahasan
Sebelum membahas lebih jauh tentang evolusi SIM berdasarkan CBIS.Akan lebih baiknya kita mengetahui apa pengertian dari SIM? Lalu apa pengertian CBIS? Sebenarnya sudah pernah dibahas tentang apa itu SIM? Untuk mengingat lagi tentang apa itu SIM? Disini diambilkan tentang pengertian SIM (menurut Kroenke,David,1989) yaitu SIM adalah pengembagan dan penggunaan sistem-sistem informasi yang efektif dalam organisasi-organisasi.Sedangkan pengertian SIM (menurut Wikipedia) merupakan system informasi yang menghasilkan hasil keluaran (output) dengan menggunakan masukan (input) dan berbagai proses yang diperlukan untuk memenuhi tujuan tertentu dalam suatu kegiatan manajemen.
Sedangkan Sistem informasi/Information System (IS) adalah mengumpulkan, memproses, menyimpan, menganalisa dan menyebarkan dan menyebarkan informasi untuk tujuan tertentu.
Lalu pengertian dari CBIS adalah sistem informasi yang menggunakan teknologi komputer untuk melakukan beberapa atau seluruh dari tugas-tugas yang ada.Walaupun sebenarnya tidak seluruh system informasi,tetapi kebanyakan menggunakan komputer, sehingga sistem informasi sering kali menggantikan istilah CBIS.

Suatu SIM sebenarnya tidak serta merta berjalan begitu saja seperti apa yang kita rasakan saat ini.Pasti terdapat evolusi perkembangan dari sebuah SIM,berikut rinciannya yang membahas tentang evolusi tersebut :
1. Fokus awal pada data
Sistem pemrosesan transaksi merupakan jenis sistem yang pertama kali di impelementasikan. Focus utama sistem ini adalah pada data transaksi.Sistem informasi ini digunakan untuk menghimpun , menyimpan dan memproses data transaksi serta sering kali mengendalikan keputusan yang merupakan bagian dari transasksi.
Nama aplikasi akuntansi berbasis komputer pada awalnya adalah pengolahan data elektronik (EDP) kemudian berubah menjadi Data prosesing (DP) dan Sistem Informasi Akuntansi (SIA)
2. Fokus baru pada informasi
Pada tahun 1964 diperkenalkan satu generasi baru alat penghitung yang mempengaruhi cara penggunaan komputer. Konsep penggunaan komputer sebagai SIM dipromosikan oleh pembuat komputer untuk mendukung peralatan baru tersebut.Konsep SIM menyadari bahwa aplikasi komputer harus diterapkan untuk tujuan utama menghasilkan informasi manajemen. Konsep ini segera diterima oleh perusahaan besar karena dengan adanya Manajemen Informasi perusahaan akan mudah mendapatkan Informasi yang akurat dan tepat guna mendukung dalam pengambilan keputusan dalam perusahaan tersebut.
3. Fokus revisi pada pendukung keputusan.
Sistem pendukung keputusan (Decision support system) adalah sistem informasi interaktif yang menyediakan informasi, pemodelan dan pemanipulasian data yang digunakan untuk membantu pengambilan keputusan pada situasi yang tidak terstruktur di mana tak seorangpun tahu secara pasti bagaimana seharusnya dibuat.
DSS dibuat sebagai reaksi atas ketidakpuasan terhadap Sistem Pemrosesan Transaksi dan Sistem Informasi Manajemen sebagaimana diketahui ,SIP lebih memfokuskan diri pada pengendalian transaksi yang merupakan kegitan yang bersifat berulang dan terdefenisi dengan baik,sedangkan SIM lebih berorientasi pada penyediaan laporan bagi manajemen yang sifatnya dinamis.DSS lebih ditunjuk untuk mendukung manajemen dalam melakukan pekerjaan yang bersifat analistis, dalam situsai yang kurang terstruktur dan dengan criteria yang kurang jelas.DSS tidak dimaksudkan untuk mengotomasikan pengambilan keputusan,tetapi memberikan perangkat interaktif yang memungkinkan pengambil keputusan dapat melakukan berbagai analisis dengan menggunakan model-model yang tersedia.
4. Fokus pada Komunikasi
Pada waktu DSS berkembang , perhatian juga difokuskan pada otomatisasi kantor (office automation/OA) OA memudahkan komunikasi dan meningkatkan produktivitas diantara para manajer dan pekerja kantor melalui penggunaan alat elektronik.
OA telah berkembang meliputi beragam aplikasi seperti konferensi jarak jauh, voice mail, e-mail, electronik calendaring, facsimile transmission.
5. Fokus potensial pada konsultasi
Komputer dapat diprogram untuk melaksanakan sebagian penalaran logis yang sama seperti manusia, suatu aplikasi yang dinamakan kecerdasan buatan (artificial intelligence) atau biasa disebut dengan sistem pendukung kecerdasan sistem pendukung ini memiliki beberapa karekteristik antara lain :
• Belajar atau memahami permasalahan berdasarkan pengalaman
• Memberikan tanggapan yang cepat dan memuaskan terhadap situasi-situasi baru
• Mampu menangani masalah yang kompleks
• Memecahkan permasalahan berdasarkan penalaraan
• Menggunakan pengetahuan untuk menyelesaikan permasalahan

4. Penutup
Kesimpulan yang dapat ditarik dari pembahasan ini adalah Komputer merupakan alat elektronik yang dapat membantu system kerja suatu perusahaan dan alat yang paling dibutuhkan dalam SIM.Karena dengan adanya computer kita dapat mempercepat pekerjaan kita,penghematan waktu,dan peningkatan efektivitas.
Saran
Setiap suatu perusahaan harus dapat menggunakan computer untuk SIMnya karena dengan adanya computer dapat meningkatkan kemajuan suatu perusahaan karena semuanya dapat terkontrol dengan baik.




5. Referensi
• greeaone.wordpress.com/.../evolusi-sistem-informasi-manajemen-berdasarkan-cbis/ -
• http://www.ilmukomputer.org/wp-content/uploads/2006/09/teguh-cbis-01.zip
• http://miftah.staff.gunadarma.ac.id/Downloads/
• http://lily.staff.gunadarma.ac.id/Downloads/files/9101/minggu11_12.pdf
• http://yulieee.wordpress.com/2009/11/15/evolusi-sistem-informasi-manajemen
• http://sri_wiji.staff.gunadarma.ac.id/Downloads/files/18256/Modul+1+SIM.doc
• http://rmovizar.staff.gunadarma.ac.id/Downloads/files/9046/Modul_ke_1_sim_ptik.doc
• http://file.upi.edu/Direktori/L%20-%20FPEB/PRODI.AKUNTANSI/196104051986091%20-%20NONO%20SUPRIATNA/SIA-10%20Sistem%20Informasi%20Manajemen.pdf
• http://andrykusuma.wordpress.com/2010/01/08/tugas-6-kesimpulan-mengenai-apa-yang-anda-pelajari-dalam-mata-kuliah-sim-1-terkait-dengan-tugas-1-sampai-dengan-5-yang-sudah-saya-berikan-sebelumnya-jabarkan-dalam-sebuah-artikel-minimal-500-kata/
• 203.130.231.110/handouts/S1_Sistem%20Informasi/SIM/SIM%20A.doc